![]() |
|
| (istimewa) |
INILAH.COM, Makassar – Memiliki tulang kuat hingga tua merupakan impian semua orang dalam menjalani sisa hidupnya. Namun, bagi seorang wanita, penyakit tulang bisa menjadi ancaman di usia tua atau telah menopause.
Ketimbang pria, wanita lebih berpotensi mengalami osteoporosis di usia 50 tahun ke atas. Hal ini lebih disebabkan, wanita menopause utamanya yang telah melahirkan dan menyusui cenderung menggerogoti kalsiumnya.
Namun, bagi ibu yang menopause tidak perlu khawatir dengan ancaman osteoporosis ini. Pasalnya, kondisi itu bisa dihindari dengan mengonsumsi kalsium sebanyak-banyaknya. Hal itu dapat dilakukan dengan minum susu.
Selain itu, sebuah perusahaan obat ternama juga memberikan solusi untuk mengurangi penggerogotan kalsium pada tulang ibu menopause. Dengan resep dokter suatu terobosan terbaru pengobatan osteoporosis, Bonviva dari Roche.
Sebuah penelitian telah dilakukan tim peneliti The BonAsia Study Group beranggotakan Ichramsjah A Rachman, John Adam, Djoko Roeshadi, Annie Kung dkk. Penelitian dilakukan sejak 2000-2008.
“Dari 200 sampel pascamenopause diberikan Ibandronat Bonviva selama 12 bulan memberikan hasil rata-rata perorang mengalami penurunan osteoporosis sebanyak 51,2% dari uji CTX,” kata Wicak Prasetiadi, Medical Manager Roche memaparkan hasil penelitian itu saat ditemui INILAH.COM di sela-sela acara Kongres Nasional III
Osteoporosis Indonesia, kemarin, di Makassar.
Bagi penderita yang sulit untuk mengonsumsi obat-obatan setiap hari, dapat beralih menggunakan obat ini. Meski harganya tergolong mahal, yakni Rp 381.000 dengan dosis 150 mg, tapi kapsul yang dikemas dalam satu dos kecil dan satu tablet ini, cukup iminum sekali dalam sebulan. Cukup praktis kan!.
Ditambahkan juga, Bonviva ini harus dikonsumsi sesuai resep dokter. Dan jika tidak diminum secara teratur, dapat berdampak pada gangguan lambung dan ngilu pada tulang. “Meminumnya juga harus sesuai aturan, sedikit berbeda jika meminum obat-obatan lain. Yaitu, badan harus tegak dapat dengan kondisi duduk maupun berdiri,” paparnya.
Meminumnya, dapat dilakukan sesaat setelah bangun pagi, dengan segelas air putih. Setelah diminum tidak boleh berbaring dalam waktu kurang lebih sejam. Saat menunggu sejam itu, lakukan aktivitas rutin misalnya lari-lari kecil atau berjalan. Setelah sejam setelah minum bonviva, barulah dapat minum atau makan, baik berupa makanan maupun obat-obatan lainnya.
Jika setelah sejam, mengonsumsi Bonviva akan timbul gangguan lambung dan rasa pegal, kaku dan linu, hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, hal ini hanya gangguan sementara. ” Jika gangguan lambung dan ngilu menyerang, bisa diobati dengan obat-obatan antasida dan parasetamol,” tandasnya. [E1]

